Senin, 24 April 2017

Selama Lebaran, RSI Siti Hajar Sidoarjo Siagakan 3 Dokter dan 9 Perawat

Sidoarjo, NU Update. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, akan mensiagakan 3 dokter, 9 perawat dan 4 ambulance selama Hari Raya Idul Fitri 1437 H.

Kepala Humas RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr Silvy mengatakan, selama lebaran mulai tanggal 6 hingga 10 Juli, tim medis yang disiagakan masing-masing satu orang dalam perubahan jadwal kerja.

Selama Lebaran, RSI Siti Hajar Sidoarjo Siagakan 3 Dokter dan 9 Perawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Lebaran, RSI Siti Hajar Sidoarjo Siagakan 3 Dokter dan 9 Perawat (Sumber Gambar : Nu Online)


Selama Lebaran, RSI Siti Hajar Sidoarjo Siagakan 3 Dokter dan 9 Perawat

"Selama lebaran, dokter yang bertugas pagi hari satu orang, siang satu orang dan malam satu orang. Setelah lebaran, pada shift pagi dua orang, sore satu dan malam satu orang," kata dr Silvy kepada NU Update, Sabtu (2/7).

Ia menambahkan, selama libur lebaran, poliklinik tutup, jadi yang dibuka hanya di Intalasi Gawat Darurat (IGD). Sehingga pasien yang berobat akan dibawa ke IGD. Pasalnya, poli klinik mengikuti jam kerja.

NU Update

Silvy menegaskan, meski lebaran, RSI Siti Hajar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien yang berobat ke Rumah Sakit milik NU ini. (Moh Kholidun/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69481/selama-lebaran-rsi-siti-hajar-sidoarjo-siagakan-3-dokter-dan-9-perawat

NU Update

NU Update

Rabu, 22 Februari 2017

Ketika Sang Khalifah Diejek Lalat

Khalifah II Dinasti Abbasiyah, Abu Jafar al-Mansur, hari itu benar-benar sedang jengkel. Seekor lalat terus mendekati wajahnya. Usaha untuk mengusirnya sudah dilakukan, tapi serangga mungil itu seperti justru ingin mengganggu. Terbang, berdenging, hinggap, terbang lagi, hinggap lagi.

Kemarahan sang khalifah memuncak. Bukan saja karena ia adalah seorang raja. Kala itu al-Mansur sedang memulai pertemuan dengan para menterinya. Bagaimana mungkin makhluk sekelas lalat leluasa menempel di hidungnya, sedangkan para menterinya untuk berjarak semeter saja tak akan berani?

Ketika Sang Khalifah Diejek Lalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sang Khalifah Diejek Lalat (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketika Sang Khalifah Diejek Lalat

Thok.. thok.. thok... Terdengar suara pintu diketuk. Muqatil bin Sulaiman datang telat. Ulama ahli tafsir ini sengaja berkunjung ke istana memenuhi undangan raja. Kepakaran dan kecerdasannya lah yang membuat Muqatil bersahabat baik dengan khalifah, termasuk berkali-kali menjadi tamu istana.

NU Update

Melihat kehadiran Muqatil, Khalifah al-Mansur langsung menodongnya dengan sebuah pertanyaan, Kamu tahu, kenapa Tuhan menciptakan lalat sialan ini?

NU Update

Tanpa pikir panjang Muqatil menyahut, Khalifahku yang mulia, Tuhan sengaja menciptakan lalat-lalat untuk menghinakan orang-orang angkuh dan congkak. Demikian diceritakan Abu Hayyan dalam al-Imt wal Munasah.

Jawaban spontan Muqatil sungguh di luar dugaan sang khalifah. Mulut al-Mansur tiba-tiba terkunci sangat rapat. Tatapannya terhenti. Hening. Tapi isi dadanya berdebar-debar. (Mahbib)

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55848/ketika-sang-khalifah-diejek-lalat

NU Update

Sabtu, 31 Desember 2016

Cara Berpikir ala NU-lah yang Bikin Kejang Para Pendamba Jargon TBC

NU Update - Tidak salah jika Tuhan menciptakan idiom Nusantara sebagai nama terindah untuk kepulauan ini. Dan tidak pula suatu kebetulan bila pathok negeri nusantara adalah NU-Santri-Tentara.

Cara Berpikir ala NU-lah yang Bikin Kejang Para Pendamba Jargon TBC - NU Update
Cara Berpikir ala NU-lah yang Bikin Kejang Para Pendamba Jargon TBC - NU Update


Cara Berpikir ala NU-lah yang Bikin Kejang Para Pendamba Jargon TBC

NU merupakan ikatan ulama seluruh kawasan di negeri ini, yang penuh dedikasi telah dan terus berjuang berlumur lumpur keringat bahkan darah untuk memahamkan manusia kepulauan ini akan Allah SWT sebagai Sang Pencipta dan kewajiban kehambaan kita pada-Nya.

Santri sebagai simbol para pembelajar yang penuh kesungguhan, akhlakul karimah, takdzim pada guru, dan pelaksana kebijakan yang terpercaya. Tentara adalah simbol keberanian dan manunggal tekad dalam membela tanah air.

Tidak mokal, bila cara berpikir ke-NU-anlah (tidak harus dimiliki warga nahdhiyin) yang mampu menjadi pemersatu bangsa. Ormas lain dengan mudahnya mengatakan tahayul, bid'ah, churafat, bahkan sekarang muncul cap thogut, kafir, sesat, syi'ah dan stempel dehumanisasi lain yang sangat menyesakkan dada, ora penak, nglarani ati, ndudut emosi.

Siapa yang mau dituduh kafir, bahkan orang kafir sekalipun? Pemberantasan tahayul, bid'ah, churafat (TBC) yang yang dialamatkan kepada ormas besar ini telah melukai masyarakat setempat pemangku tradisi dan budaya.

Budaya adalah pedalaman hati orang banyak, menistakan kebudayaan berarti melukai hati orang banyak. Kyai, Pesantren dan NU tidak pernah menggunakan jargon ini. Dengan jiwa yang besar dan hikmah, mereka ngemong, bahkan berani nggeget untu atau menahan diri dari perkataan yang menyakitkan hati masyarakat.

Seorang kyai mengatakan kepada seorang pemabuk yang ingin bertaubat, "Kamu ini sudah Islam, hanya kurang sholat." Lalu setelah pemabuk itu minta diajari cara shalat, dikatakannya, "Ya mandi dan wudhu, trus nanti saya ajari membaca syahadat". Sungguh hebat, seorang pemabuk mandi, wudhu dan kemudian membaca syahadat lalu shalat.

Sayangnya, para pegiat sekarang baru melihat puji-pujian dibilang bidngah, melihat orang tahlilan dibilang bidngah, ketemu orang ahli tafsir menjelaskan kecintaan pada sahabat Sayidina Ali kw dibilang syiah, ketemu orang melakukan ritual di pantai dibilang musyrik, ketemu orang rambut jagung dibilang kafir. Bagaimana mau memimpin orang nusantara, bila kagetan dan kepalanya penuh stigma?

Memang mungkin benar tuduhan itu, tapi dakwah yang mengutamakan akhlak akan menyimpan stempel itu di dalam dada dan tidak sekali-kali keluar dari mulutnya.

Ketika Jokowi minta restu mencalonkan diri sebagai pimpinan di negeri ini, maka almarhum Mbah KH Abdul Aziz Pacul Gowang pertama kali menguji akhlaknya, sebelum berbincang pribadi tentang konsep kepemimpinannya (keilmuan).

Karena Jokowi bukanlah Kyai, maka ia masuk kategori Santri. Dan seorang santri yang paling utama adalah akhlak qobla ilmu. Alhamdulillah negeri ini pernah dipimpin seorang kyai (KH Abdurrahman Wahid), dan kini seorang santri. Dengan akhlak santri, beliau mampu momong alam dan aneka kehidupan di tanah rimba kelapa ini.

Mari merawat Nusantara kita, tempat bunda kita dilahirkan, tempat kita berkarya dan kelak ditanam berkalang tanah. [NU Update

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/cara-berpikir-ala-nu-lah-yang-bikin-kejang-para-pendamba-jargon-tbc.html

Minggu, 25 Desember 2016

Gus Mus: Dakwah Harus Bedakan Mengajak, Memerintah dan Melarang

Kudus, NU Update. Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengatakan, belakangan ini masyarakat Indonesia mengalami krisis semangat berdakwah (ruhud dakwah). Sehingga yang terjadi saling menyerimpung terhadap mereka yang berbeda pandangan.

"Karena krisis ruhud dakwah, orang berbuat sesukanya. Ada orang sesat disikat, ada yang tidak cocok disikat. Ini tidak benar," tandas kiai yang akrab Gus Mus pada pengajian umum dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah Sabtu (6/8).

Gus Mus: Dakwah Harus Bedakan Mengajak, Memerintah dan Melarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Dakwah Harus Bedakan Mengajak, Memerintah dan Melarang (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus: Dakwah Harus Bedakan Mengajak, Memerintah dan Melarang

Gus Mus mengatakan banyak orang yang belum memahami arti berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah dengan amar maruf nahi mungkar, padahal keduanya sanagat berbeda.

"Dakwah itu mengajak kebaikan, sementara amar makruf artinya memerintah; nahi mungkar melarang. Kita harus bisa bedakan antara ajak, perintah dan larangan," terang pengasuh Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh Rembang.

NU Update

Di hadapan ribuan jamaah yang memadati Lapangan Qudsiyyah Jl KHR Asnawi hingga meluber ke jalan ini, Gus Mus lebih banyak mengungkapkan keteladanan perjuangan pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi. Menurutnya, Kiai Asnawi memiliki semangat berdakwah mengikuti Sunan Kudus warisan pemimpin agung Nabi Muhammad SAW.

"Ruhud Dakwah yang dikembangkan Kiai Mbah Asnawi dan ulama lainnya membuat ajaran Sunan Kudus ataupun Wali Songo masih berlaku hingga sekarang," ujarnya.

NU Update

Gus Mus menuturkan saat Nabi Muhammad berdakwah di Thoif mendapat lemparan batu, tapi tidak melakukan pembalasan. Bahkan malaikat marah kemudian meminta Nabi agar berdoa kepada Allah supaya orang tadi diberi balasan. Namun Nabi hanya berdoa supaya orang melemparinya mendapat hidayah.

"Nabi Muhammad dalam berdakwah mampu mengajak tokoh-tokoh kafir seperti Ikrima bin Abu Jahal, Abu Sufyan, Hindun dan lainya bisa masuk Islam. Seandainya tidak memiliki ruhud dakwah, Nabi tidak mampu membuat mereka masuk Islam," tegas Gus Mus.

Kiai yang dikenal sebagai penulis dan pelukis ini juga menegaskan, ruhud dakwah yang dilakukan Wali Songo yang diwarisi para ulama termasuk KHR Asnawi, Islam bisa berkembang mayoritas di tanah air Indonesia.

"Dulu Mbah Asnawi mengajak orang masuk surga kelak, sekarang orang malah seakan ingin mengangkangi surga. Lainnya disuruh di neraka," kata Gus Mus menyidir..

Dalam pengajian bertema Meneladani kearifan KHR Asnawi ini, Gus Mus mengungkapkan tiga keteladan yang dimiliki pendiri NU asal Kudus ini. Disamping memiliki ruhud dakwah, Mbah Asnawi juga mempunyai kecintaan ilmu pengetahuan terutama ilmu agama dan selalu berjiwa keindonesiaan.

Usai mauidhah hasanah, Gus Mus didaulat mengucapkan "selamat satu abad Qudsiyyah" di atas kanvas. Gus Mus melukis kaligrafi lafal bismillah yang disertai tulisan dirgahayu satu abad Qudsiyyah. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70272/gus-mus-dakwah-harus-bedakan-mengajak-memerintah-dan-melarang

NU Update

Minggu, 27 November 2016

Pengurus Baru LP Maarif NU Jateng Gelar Taaruf

Semarang, NU Update. Sabtu (26/10) Lembaga Pendidikan Maarif NU Jateng menggelar taaruf bagi pengurus barunya.Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris PWNU Jateng HM Arja Imroni, Ketua LP Maarif terpilih H Agus Sofwan Hadi, dan seluruh pengurus LP Maarif NU Jateng masa khidmah 2013-2018.

Arja Imroni dalam sambutannya mengatakan bahwa atas nama Pengurus Wilayah NU Jateng mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Ia juga memuji bahwa kepengurusan LP Maarif Jateng paling cepat terbentuk dibandingkan lembaga-lembaga banom lain. Ia berharap kepengurusan kali ini bisa benar-benar berkhidmah, membuat rencana strategis yang bisa membawa perubahan bagi dunia pendidikan di Jawa Tengah.

Pengurus Baru LP Maarif NU Jateng Gelar Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru LP Maarif NU Jateng Gelar Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengurus Baru LP Maarif NU Jateng Gelar Taaruf

Ketua LP Maarif terpilih H Agus Sofwan Hadi dalam kesempatan itu juga mengingatkan pentingnya peran lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Ia mengingatkan bahwa tantangan Maarif untuk pendidikan ke depan semakin besar, makanya perlu dilakukan moderasi data.

NU Update

Titik lemah kita yakni ketidakakurasian data jumlah siswa, guru, dan sekolah yang berada di bawah Maarif. Ini akan menjadi fokus kerja kita dalam waktu dekat. Kita harus bertekad data tersebut akan tersaji secara lengkap dan akurat dalam beberapa bulan ke depan. Karena data ini modal awal untuk melangkah terus memperbaiki kondisi dunia pendidikan kita, ungkapnya.

Agus juga menambahkan bahwa selama ini LP Maarif telah berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Jawa Tengah. Salah satunya program kerja sama pendidikan dengan pemerintah Australia. Kerja sama bertajuk Australias Education Partnership with Indonesia yang diimplementasikan dalam Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM). Program ini telah berjalan dan mendorong peningkatan kualitas madrasah di Jateng. (mukafi niam/muslihudin el hasanudin)

NU Update

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47868/pengurus-baru-lp-maacircarif-nu-jateng-gelar-taaruf

NU Update

Jumat, 25 November 2016

Bursa Kerja SMK Walisongo Rekrut Calon Tenaga Kerja

Jepara, NU Update. Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Walisongo Pecangaan Jepara bekerjasama dengan PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia Jepara Factory (SAMI-JF) merekrut calon tenaga kerja yang dilaksanakan di sekolah setempat, Jumat (25/4).

Kegiatan diikuti 200 siswa dari SMA sederajat diantaranya MA Mathaliul Huda Troso, MA Walisongo Pecangaan, MA Darul Ulum Purwogondo, MA Zumrotul Wildan Ngabul, MA Miftahul Huda Dongos, SMA Walisongo Pecangaan, SMKN 1 Batealit, SMKN 1 Kalinyamatan, SMKN 3 Jepara, SMK Islam Jepara dan SMK Walisongo Pecangaan.

Bursa Kerja SMK Walisongo Rekrut Calon Tenaga Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kerja SMK Walisongo Rekrut Calon Tenaga Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)


Bursa Kerja SMK Walisongo Rekrut Calon Tenaga Kerja

Ketua BKK, Adi Kurniawan mengatakan perekrutan tenaga kerja di perusahaan bidang perakitan komponen otomotif tersebut baru dilakukan sekali. Sebelumnya, dikatakan Adi, masih menginduk BKK SMK lain. Ini tidak lepas dari dukungan PT Sami JF sehingga perekrutan bisa dilaksanakan di sekolah kami, paparnya.

NU Update

Ke depan, lembaga yang mendapatkan izin operasional tahun 2012 lalu bisa memikat hati pelajar di Jepara utamanya dalam perekrutan tenaga kerja. Disamping itu, harap Adi, banyak perusahaan yang bekerjasama dengan lembaganya.

Sutarwi Samsul Maarif, Kepala SMK Walisongo mengungkapkan, tujuan perekturan tenaga kerja untuk memberikan lapangan kerja bagi siswa. Tidak hanya SMK siswa SMA maupun MA bisa juga berpartisipasi. Sehingga BKK SMK Walisongo untuk SMA sederajat secara luas, terangnya.

Tujuan lain, tambah Sutarwi, untuk menambah jaringan perusahaan. Senada dengan Adi ia berharap jalinan perusahaan yang digandengnya semakin bertambah.

NU Update

Salah satu peserta Intan Yuli Ratnasari (20) menyatakan dirinya ingin langsung usai lulus dari SMK. Siswi jurusan Produksi Grafika SMKN 1 Kalinyamatan akan bekerja di perusahaan tersebut jika diterima. Selvy (17) juga demikian. Siswi XII IPS2 MA Mathaliul Huda Troso tersebut ingin mandiri setelah lulus dari bangku MA.

Meski orang tua perajin tenun, saya pengen kerja di luar, Mas. Kerja apa saja ndak pa-pa yang penting halal, urai Selvy Windi Mutiara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51637/bursa-kerja-smk-walisongo-rekrut-calon-tenaga-kerja

NU Update

Senin, 19 September 2016

Jurnal Pesantren Mlangi Akan Dibedah di UGM

Yogyakarta, NU Update. Jurnal Mlangi yang diterbitkan Pesantren Pelajar Mahasiswa Aswaja Nusantara akan dibedah di Ruang kuliah 4 Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada Ahad 29 September 2013.

Narasumber bedah jurnal tersebut antara lain Samsul Maarif, Ph.D (Direktur CRCS UGM), Dr. Abdul Gaffar Karim, SIP, MA. (Direktur Research Center for Politics and Goverment UGM), dan M. Mustafied, S.Fil (Direktur PPM Aswaja Nusantara, Pemimpin Redaksi Jurnal Mlangi)

Jurnal Pesantren Mlangi Akan Dibedah di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)
Jurnal Pesantren Mlangi Akan Dibedah di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)


Jurnal Pesantren Mlangi Akan Dibedah di UGM

Kegiatan bertema Pesantren, Riset Strategi Bangsa dan Kondhobuwono diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama UGM bekerjasama dengan PPM Aswaja Nusantara, CRCS UGM dan Keluarga Muslim Fakultas Peternakan (KMFPT) UGM.

Bedah jurnal tersebut terbuka untuk umum dengan HTM Rp 5.000. Peserta akan mendapatkan snack dan sertifikat. Informasi pendaftaran bisa menghubungi 085715505013 (putra) dan 087830199104. (Abdullah Alawi)

NU Update

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47250/jurnal-pesantren-mlangi-akan-dibedah-di-ugm

NU Update

NU Update

Minggu, 11 September 2016

Baanar Dorong Pramuka Jadi Wahana Penyadaran Bahaya Narkoba

Sampang, NU Update. Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan Ra Hasan Al-Maturidy mengapresiasi kegiatan kemah kreatif di Lapangan Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Kegiatan yang dimotori Dinas Pendidikan Kecamatan Camplong tersebut diikuti sekitar 500 siswa dan berlangsung dari Jumat (16/9) sampai Ahad mendatang (18/9).

Ra Hasan hadir langsung dalam kegiatan yang membangun silaturahmi penegak dan penggalang gugus depan se-Kecamatan Camplong dan meningkatkan kreativitas siswa untuk bangsa tersebut.

Baanar Dorong Pramuka Jadi Wahana Penyadaran Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Dorong Pramuka Jadi Wahana Penyadaran Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)


Baanar Dorong Pramuka Jadi Wahana Penyadaran Bahaya Narkoba

"Pelajar adalah wajah bangsa kita yang akan datang. Mereka perlu diberikan kegiatan positif agar tidak terpengaruh oleh hasutan orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk menggunakan narkoba. Pramuka menjadi bagian dari solusi untuk memberikan kesadaran kepada para pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba," tegas Ra Hasan.

Kepala SMK Islam Nurul Hijriyah ini berjanji akan terus mendorong dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif terhadap siswa demi mengasah kreativitas, produktivitas serta berani tampil di depan khalayak. Sehingga, kegiatan ini dapat sangat berguna bagi siswa agar tidak mudah terpengaruh pada hal-hal yang negatif, termasuk narkoba.

NU Update

"Pramuka memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Gerakan pramuka ini merupakan benteng utama dalam melakukan pencegahan narkoba. Sebab, gerakan pramuka yang seluruh anggotanya dari tingkat SD sampai perguruan tinggi, semuanya lengkap dan dalam satu komando gerakan pramuka nasional. Ini yang kemudian mempermudah gerakan pramuka dalam melakukan pencegahan bahaya narkoba sampai ke tingkat gugus depan," terangnya.

Kegiatan pramuka yang dimotori Dinas Pendidikan Kecamatan Camplong ini diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri Kamabicab (Wabup) Sampang, Fadhilah. Dilanjutkan lomba-lomba dan permainan pada malam dan keesokan harinya. Termasuk lomba yel-yel bertema bahaya narkoba. Dan malam terakhir berubah penampilan pentas seni. Setelah itu, ditutup Hari Ahad sekaligus pembagian hadiah. (Hairul Anam/Alhafiz K)

NU Update

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71263/baanar-dorong-pramuka-jadi-wahana-penyadaran-bahaya-narkoba

NU Update

Rabu, 27 Juli 2016

Ketika KH Hasyim Asyari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu

Pamekasan, NU Update. Nilai toleransi tingkat tinggi yang dilakukan oleh pendiri NU KH Hasyim Asyari (Mbah Hasyim), cukup mengemuka dalam acara berbuka bersama oleh PCNU Pamekasan, di sekretsriat PCNU Jalan R Abad Aziz Pamekasan, Rabu (29/6) malam.

Suatu ketika, Mbah Hasyim rela menurunkan bedug di masjid beliau yang biasa digunakan untuk memanggil orang shalat. Sebab, ada tamu seorang ulama yang berbeda pandangan tentang bendug.

Ketika KH Hasyim Asyari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika KH Hasyim Asyari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketika KH Hasyim Asyari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu

"Dan perbedaan itu tidak sampai menjadi sesuatu yang mengakibatkan dua ulama itu bermusuhan. Selisih paham justru dijadikan sebagai hikmah," ujar tokoh NU Pamekasan, KH Kholilurrahman yang didapuk sebagai penceramah dalam acara tersebut.

Anggota DPR RI tersebut menambahkan, fakta sejarah itu menunjukkan betapa pendiri NU sangat menjunjung tinggi toleransi di tengah perbedaan yang ada. Untuk itu, nilai-nilai yang tertanam dalam qanun asasi NU, seperti toleran, moderat, seimbang, dan adil mesti selalu diketengahkan dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

NU Update

"Kita mesti selalu introspeksi diri. Adakalanya, kita masih mudah terperangkap pada semangat bermusuhan ketika dihadapkan pada perbedaan. Semoga keteladanan Mbah Hasyim bisa kita pertahankan dan kembangkan melalui NU," tukas KH Kholilurrahman.

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufiq Hasyim menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah berkenan memberikan kontribusi terhadap terealisasinya buka bersama.

NU Update

"Di antaranya adalah KH. Kholilurrahman Wafi, Ismail, Bahrullah Shodiq, Apik, dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan semuanya," ungkapnya.

Pihaknya berharap, melalui silaturrahim dan buka bersama, semangat memajukan NU kian terpupuk subur dalam diri Nahdliyin. Baik yang sepuh, termasuk kalangan muda NU. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69419/ketika-kh-hasyim-asyari-turunkan-bedug-untuk-hormati-tamu

NU Update

Kamis, 14 Juli 2016

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Jakarta, NU Update. Sebuah pengadilan di kota Rawalpindi di Pakistan menjatuhkan vonis mati terhadap seorang pria Inggris berusia 70 tahun dengan dakwaan penghinaan terhadap Islam.

Muhammad Asghar ditahan tahun 2010 setelah menulis sejumlah surat kepada beberapa orang dengan mengaku dirinya sebagai Nabi, tulis sejumlah laporan yang dikutip oleh BBC Indonesia.

Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati (Sumber Gambar : Nu Online)


Mengaku Nabi, Warga Inggris Terancam Hukuman Mati

Pengacaranya mengajukan pembelaan klien mereka kurang waras karena punya sejarah sakit mental namun pembelaan ini ditolak sebuah panel pakar kesehatan setempat.

Dalam hukum Pakistan, seorang terdakwa bisa dijatuhi hukuman mati jika dinyatakan bersalah menodai Islam.

NU Update

Sudah ada beberapa kasus yang kemudian mengundang perhatian kalangan internasional terkait penerapan hukum ini.

Asghar, yang berasal dari Edinburgh, Skotlandia, diduga menulis surat kepada perwira polisi setempat dan mengaku sebagai Nabi. Warga Inggris ini diduga sudah menetap di Pakistan selama beberapa tahun.

NU Update

"Asghar mengaku sebagai Nabi bahkan dalam persidangan. Dia mengaku di depan juri," kata Javed Gul, seorang jaksa penuntut kepada kantor berita AFP.

Namun menurut kuasa hukumnya kepada wartawan BBC Saba Eitizaz, sang klien disidangkan tanpa didampingi pengacara.

Eitizaz mengaku dilarang membela Asghar dan kelanjutan sidang dilakukan dalam ruang tertutup.

Pengacaranya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan pada Kamis (23/01) larut malam tersebut.

Sudah sering terjadi dalam pengadilan tingkat banding putusan kasus penodaan agama dibatalkan karena dianggap tak cukup bukti.

Asghar sempat didiagnosa menderita paranoid akibat schizophrenia dan menjalani perawatan di rumah Sakit Royal Victoria di Edinburgh. Namun bukti dari perawatan di RS Inggris itu tak diterima oleh pengadilan, lapor sejumlah media.

Akibatnya ia dikenai hukuman kurungan sejak ditahan tahun 2010 dimana menurut pengacaranya ia pernah berusaha bunuh diri satu kali.

Menurut analisi kalangan media setempat Asghar kemungkinan tak akan benar-benar dihukum mati akibat kasus ini karena Pakistan tengah menjalani moratorium tak resmi hukuman mati sejak 2008.

Ia juga telah dikenai perintah untuk membayar ganti rugi dalam jumlah besar oleh pengadilan.

Hukum penodaan agama berlaku di beberapa negara dengan paham agama yang kuat, termasuk di Indonesia. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49724/mengaku-nabi-warga-inggris-terancam-hukuman-mati

NU Update

Rabu, 22 Juni 2016

Pelajar NU Raudlatus Shibyan Ngaji Safinatun Naja

Kudus, NU Update. Pelajar Madrasah Tsanawiyah NU Raudlatus Shibyan (MtsNU RS) Desa Peganjaran Bae mengadakan pengajian kitab Safinatun Naja di masjid desa Peganjaran Bae. Pada tahun ini, pengajian diasuh Ketua PCNU Kudus KH Chusnan MS.

Menurut salah seorang guru MtsNU RS Syaifudin Najib, pengajian kitab ini merupakan program tahunan madrasah. Tujuannya supaya anak didik bisa mengaji bersama kiai untuk mendalami ilmu fikih. Disamping itu, mengenalkan kitab para ulama NU dan anak bisa menggunakan isi kandungan kitab mengenai amalan ibadah warga NU.

Pelajar NU Raudlatus Shibyan Ngaji Safinatun Naja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Raudlatus Shibyan Ngaji Safinatun Naja (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Raudlatus Shibyan Ngaji Safinatun Naja

Anak diidik bisa mengamalalkan isi kitab tentang ibadah dan muammalah termasuk hukum halal-haram dan sah-tdak sah sebuah ibadah sehingga bisa dipraktikkan sehari-hari, katanya kepada NU Update Sabtu (27/7).

NU Update

Ia menjelaskan, pengajian ini juga sebagai pembelajaran baca tulis Arab untuk anak sehingga mampu memaknai per-mufrodatnya dengan Arab pegon.Makanya, kitab yang digunakan dengan kitab kuning yang belum ada makna (terjemahan) Jawa gandul.

NU Update

Pengajian kitab ini, terang Najib, dilaksanakan sebelum jam pelajaran dimulai tepatnya pukul 07.00 08.00. Usai pengajian, peserta anak melaksanakan shalat dhuha bersama-sama.

Biasanya pengajian dilaksanakan di aula madrasah.Tetapi tahun ini dipindah di masjid karena semakin banyak siswa sekaligus juga supaya bisa ber-itikaf bersama, ujarnya lagi.

Najib menambahkan pengajian kitab Safinatun Najah ini sudah berlangsung sejak 20 Juli hingga 30 Juli mendatang. Kegiatan dilanjutkan pesantren Ramadhan mulai 31 Juli 2 Agustus berupa pengajian nuzulul Quran, santunan yatim, dan fakir miskin.

Khusus kegiatan pesantren Ramadhan ini madrasah bekerja sama dengan pihak sponsor suport popie, Telkomsel dan sate ayam Cak Dul, jelasnya.

Redaktur : Abdullah Alawi

Kontributor:Qomarul Adib

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46151/pelajar-nu-raudlatus-shibyan-ngaji-safinatun-naja

NU Update

Minggu, 24 April 2016

Kontes Blog Muslim Ke-5 PPM Aswaja Angkat Tema Gus Dur

Jakarta, NU Update. Belakangan ini masyarakat Indonesia melalui maraknya sosial media mengarah kepada dorongan intoleransi dan perpecahan antar warga bangsa Indonesia. Suatu hal yang sangat mengancam kebhinnekaan Indonesia yang terdiri dari beragam etnis, suku, agama, dan perbedaan ragam lainnya.

Bangsa Indonesia merindukan sosok Gus Dur sebagai bapak bangsa yang mampu memberikan teladan bagi pengelolaan perbedaan dan mencegah perpecahan bangsa Indonesia.

Kontes Blog Muslim Ke-5 PPM Aswaja Angkat Tema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontes Blog Muslim Ke-5 PPM Aswaja Angkat Tema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)


Kontes Blog Muslim Ke-5 PPM Aswaja Angkat Tema Gus Dur

Perpecahan bangsa Indonesia tentu sangat tidak diinginkan karena akan mencegah kemajuan bangsa dan tentunya juga mencegah syiar dakwah Islam yang berkelanjutan yang mana sangat memerlukan kedaulatan bangsa Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.

NU Update

Kerukunan antar warga bangsa Indonesia sangat diharapkan untuk terus langgeng untuk mampu menjawab tantangan peradaban dunia secara global, sehingga seiring kemajuan dan potensi bangsa Indonesia menjadi Mercusuar Dunia yang mampu memberikan contoh dan petunjuk bagi kemajuan suatu bangsa yang tetap berpegang teguh pada ajaran agama Islam yang rahmatan lilalamin.

NU Update

Kontes Blog Muslim ke-5 Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja mengajak kepada warga masyarakat yang peduli kepada kemajuan bangsa Indonesia untuk turut menyumbangkan ide, pemikiran, dan karya nyata bagi tujuan tersebut.

Kontes Blog Muslim ke-5 dengan tema Teladan Gus Dur untuk Indonesia Mercusuar Dunia ini diselenggarakan oleh PPM Aswaja diselenggarakan mulai tanggal 26 Desember 2016 s/d 26 Maret 2017 dengan jutaan rupiah dan sertifikat sebagai hadiah.

Duduk sebagai salah satu Dewan Juri adalah Prof Dr Nadirsyah Hosen dari Monash University Australia bersama tim juri dari PPM Aswaja.

Informasi lebih lengkapnya di web resmi KBM-5 di www.kontesblogmuslim.com. (Akhlis/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74190/kontes-blog-muslim-ke-5-ppm-aswaja-angkat-tema-gus-dur

NU Update

Senin, 21 Maret 2016

Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus?

NU Update - Berawal dari diutusnya Rasulullah di akhir zaman, para ulama ada yang menafsirkan bahwa masa akhir zaman tidaklah lama. Dalam sebuah hadis, Nabi menyebut masa umat Islam diantara umat lain sebelumnya adalah seperti waktu Ashar ke Maghrib (HR al-Bukhari). Dari hadis ini, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

ﻭاﺳﺘﺪﻝ ﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺑﻘﺎء ﻫﺬﻩ اﻷﻣﺔ ﻳﺰﻳﺪ ﻋﻠﻰ اﻷﻟﻒ ﻷﻧﻪ ﻳﻘﺘﻀﻲ ﺃﻥ ﻣﺪﺓ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻧﻈﻴﺮ ﻣﺪﺗﻲ اﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻭاﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻗﺪ اﺗﻔﻖ ﺃﻫﻞ اﻟﻨﻘﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﺪﺓ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﺇﻟﻰ ﺑﻌﺜﺔ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺃﻟﻔﻲ ﺳﻨﺔ

Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus? - NU Update
Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus? - NU Update


Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus?



Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus? - NU Update
Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus? - NU Update


Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun Sejak Nabi Diutus?

Hadis ini dijadikan dalil bahwa umat Muhammad akan tetap ada lebih dari 1000 tahun. Sebab masa Yahudi adalah 2x lipat dari masa Nasrani dan Islam. Ahli sejarah sepakat bahwa masa Yahudi sampai diutusnya Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama adalah lebih dari 2000 tahun (Fathul Bari 4/449)

Disabdakan dalam hadis lain:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إنّ الله لن يعجزني في أمّتي أن يؤخّرها نصف يوم قيل: كم نصف ذلك اليوم، قال: خمسمائة سنة .

Sabda Nabi: "Allah tidak akan membuatku lemah di dalam umatku, untuk diakhirkan setengah hari". Berapakah setengah hari? Ia berkata: "500 tahun" (HR Abu Nuaim. Redaksi lain diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad)

Dari beberapa riwayat ini al-Hafidz as-Suyuthi berkesimpulan:

قال الإمام السيوطي: الذي دلّت عليه الآثار أنّ مدة هذه الأمّة تزيد على الألف ولا تبلغ الزيادة خمسمائة أصلاً (رسالة: الكشف عن مجاوزة هذه الأمّة الألف).

"Berdasarkan petunjuk dari beberapa dalil bahwa umat Muhammad ini akan melewati 1000 tahun dan tidak akan bertambah dari 500 tahun" (al-Kasyf an Mujawazat Hadzihi al-Ummah al-Alf)

Namun al-Hafidz Ibnu Hajar menyampaikan atsar lain yang menunjukkan hidup ini tidak berakhir secepat 1500 tahun:

ﻭﻗﺪ ﺃﺧﺮﺝ ﻣﻌﻤﺮ ﻓﻲ اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻦ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻧﺠﻴﺢ ﻋﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻗﺎﻝ ﻣﻌﻤﺮ ﻭﺑﻠﻐﻨﻲ ﻋﻦ ﻋﻜﺮﻣﺔ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻛﺎﻥ ﻣﻘﺪاﺭﻩ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺃﻟﻒ ﺳﻨﺔ ﻗﺎﻝ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﻦ ﺃﻭﻟﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮﻫﺎ ﻳﻮﻡ ﻣﻘﺪاﺭﻩ ﺧﻤﺴﻮﻥ ﺃﻟﻒ ﺳﻨﺔ ﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﻛﻢ ﻣﻀﻰ ﻭﻻ ﻛﻢ ﺑﻘﻲ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

Ma'mar meriwayatkan dalam al-Jami' dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, Ma'mar berkata dari Ikrimah dalam firman Allah "...Dalam sehari yang kadarnya adalah 50 ribu tahun..." [al-Maarij: 4]. Ikrimah berkata: "Dunia sejak awal hingga akhir adalah sehari yang kadarnya adalah 50 ribu tahun. Tidak ada yang tahu sudah berapa tahun terlewati dan masih sisa berapa tahun lagi kecuali Allah" (Fathul Bari, 11/352)

Ma'ruf Khozin, anggota di Aswaja NU Center Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/usia-umat-islam-sampai-1500-tahun-sejak-nabi-diutus.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Update sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Update. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Update dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock