Rabu, 05 Januari 2011

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih

Yogyakarta, NU Update. Toleransi bisa dibangun dari hati yang bersih. Karena hati yang bersih merupakan sumber energi positif untuk melakukan apa saja. Jika kesadaran tanpa dibarengi dengan hati yang bersih itu nonsense.

Demikian disampaikan budayawan D. Zawawi Imron saat mengisi seminar bertema Toleransi Kebangsaan; Membumikan Nilai-Nilai Kerukunan dalam Konteks Keindonesiaan di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (07/12).

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)


D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih

Berpikirlah kamu dengan hati yang bersih, maka kebaikan akan selalu menyelimuti hatimu, lanjutnya.

NU Update

Toleransi, jelas Zawawi, adalah kesadaran untuk berbeda. Lalu ia menjelaskan tentang dua macam kesadaran menurut Rendra, yakni kesadaran alam dan kesadaran kebudayaan.

Kesadaran alam merupakan kebudayaannya budaya massa, dimana ciri-cirinya adalah orang dapat dimobilisasi, mengikuti pemimpin dengan taqlid buta, dan menganggap kelompok lain salah, yang benar hanyalah kelompoknya sendiri.

NU Update

Sedangkan kesadaran kebudayaan merupakan kesadaran yang memiliki daya budi, dimana kesadaran tersebut terdapat pada warga Negara. Adapun cirinya adalah kritis dan jika benar maka akan diakui benar, dan jika salah maka akan diakui salah, entah itu berasal dari kelompoknya sendiri maupun kelompok lain di luarnya.

Sekarang kita mau pakai yang mana? Jangan takluk pada alam dan dikuasai oleh alam, dan yang jelas, kesadaran kebudayaan sudah dimiliki oleh nenek moyang kita, tandas.

Kemudian penyair asal Sumenep, Madura, itu pun memberikan perumpamaan lebah dan lalat. Lebah dan lalat merupakan dua hewan yang suka menempel pada sesuatu, namun keduanya berbeda dalam wilayah yang ditempelinya.

Naluri lebah adalah hinggap di sesuatu yang harum. Ia suka menempel pada bunga-bunga, dan nantinya apa yang dikeluarkan juga merupakan sesuatu yang baik, yakni madu. Berbeda dengan naluri lalat yang akan menempel pada sesuatu yang kotor dan bau, seperti sampah.

Manusia itu lebih mulia daripada lebah dan lalat, kenapa tidak mencontoh lebah? Jika makan, ia akan makan dan hinggap pada yang baik, dan apa yang dia keluarkan juga baik dan bermanfaat. Allah saja sopan jika bertanya pada manusia, mengapa manusia tidak bisa sopan terhadap sesamanya?, ujar Zawawi siang itu.

Selain D. Zawawi Imron, hadir pula sebagai pembicara, Muhammad Mustafid, Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara, dan Augustina Elga Joan Sarapung, perwakilan Institut Dialog Antar Iman di Indonesia (Interfidei). Seminar tersebut diadakan oleh CSS MoRA, bekerjasama dengan berbagai lembaga. (Dwi Khoirotun Nisa/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48645/d-zawawi-imron-toleransi-dibangun-dari-hati-yang-bersih

NU Update

Kami IPNU dan IPPNU indonesia akan menyajikan berita dan informasi yang sangat bermanfaat untuk anda semua. NU Update dipegang oleh tim IPNU jawa tengah.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Update sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Update. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Update dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock