Jember, NU Update.
Tokoh NU sekaligus pejuang kemerdekaan asal Situbondo, Jawa Timur, KHR. Asad Syamsul Arifin dipastikan mendapat gelar pahlawan nasional. Kabar tersebut mengemuka di tengah persiapan perhelatan mengenang sejarah perjuangan salah seorang pendiri NU tersebut, yang dikemas dalam Napak Tilas Nasional 2016, Sejarah Perjuangan Pengusiran Penjajah Jepang di Curah Damar.
Copy Surat Keputusan (SK) Presiden Republik Indonesia mengenai pemberian gelar bagi Kiai Asad diunggah di WA grup PCNU Jember oleh pengurus LP Maarif NU yang juga familinya, Robith Qashidi. Dalam SK tertanggal 3 November 2016 dan diteken oleh Presiden Joko Widodo tersebut disebutkan penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi Kiai Asad sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, memperthankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Sekretaris Napak Tilas Nasional 2016, H. Misbahus Salam membenarkan perihal penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi pendiri Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiiyah, Asembagus, Situbondo tersebut.
| Tiga Momentum Kepahlawanan Kiai Asad Syamsul Arifin (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tiga Momentum Kepahlawanan Kiai Asad Syamsul Arifin
Menurutnya, Kiai Asad memang berhak dan sangat layak merengkuh gelar tersebut. Dikatakannaya, paling tidak ada 3 momentum peran dan perjuangan Kiai Asad yang sangat menonjol semasa hidupnya. Yaitu kegigihannya mengusir penjajah, keberaniannya melawan PKI dan keistiqamahannya mempertahankan khittah NU. Ketiga peran itu, sangat signifikan bagi perjalanan bangsa Indonesia, tukasnya kepada NU Update di Jember, Selasa (8/11).Wakil Ketua PCNU Jember tersebut memaparkan betapa gigihnya Kiai Asad saat berperang melawan penjajah. Ia menjadi pemimpin para pejuang, baik di Jember maupun Bondowoso dan sebagainya. Begitupun saat Indonesia dirongrong oleh PKI, Kiai Asad tampil di depan, dan habis-habisan melawan pengikut partai yang berbasis sosialis itu.
NU Update
Sedangkan mengenai khittah NU, Kiai Asad bersama Kiai Ahmad Shiddiq mengawal tegaknya khittah, dan dari situ warga NU dipersatukan, lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)NU Update
Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72809/tiga-momentum-kepahlawanan-kiai-asad-syamsul-arifinNU Update

EmoticonEmoticon