Sabtu, 03 Agustus 2013

Penyuluh Agama Islam Kurang Manfaatkan Teknologi Komunikasi Modern

Jakarta, NU Update. Penyuluh Agama (PA) memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat terkait dengan permasalahan keagamaan yang dihadapi oleh mereka. Akan tetapi tugas mereka berbeda dengan ustadz atau ulama. PA merupakan kepanjangan pemerintah.

Dalam hal ini fungsi PA bukan sekedar memberikan ceramah-ceramah atau pembinaan rohani umat, tetapi menjadi public relations pemerintah khususnya Kementerian Agama dalam mendifusikan informasi-informasi pembangunan keagamaan dan kebijakan-kebijakan keagamaan.

Penyuluh Agama Islam Kurang Manfaatkan Teknologi Komunikasi Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyuluh Agama Islam Kurang Manfaatkan Teknologi Komunikasi Modern (Sumber Gambar : Nu Online)


Penyuluh Agama Islam Kurang Manfaatkan Teknologi Komunikasi Modern

Temuan dari hasil penelitian Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (2013) menunjukkan, dari aspek teknik komunikasi yang digunakan, secara umum PA masih mengandalkan model komunikasi tatap muka atau komunikasi kelompok. Menurut para PA, model komunikasi inilah yang dianggap paling efektif dalam penyampaian pesan. Kondisi sosiologis masyarakat dengan tingkat pendidikan yang relatif sedang dan mobilitas tidak tinggi komunikasi kelompok dalam jumlah kurang dari 50 secara teoritik memang cukup efisien, terutama untuk kelompok primer di mana anggota kelompok cukup kenal dan akrab. Itu sebabnya bagian terbesar PA kurang menguasai teknik-teknik komunikasi yang memanfaatkan teknologi modern. Selain alasan minimnya sarana, motivasi mereka untuk menguasai teknologi relatif rendah. Ini disebabkan juga karena sasaran komunikan PA, terutama PA Islam hanya terfokus pada majelis taklim dan kelompok-kelompok keagamaan lokal lainnya.

NU Update

Model pendekatan yang berbeda dilakukan oleh PA Kristen, Katolik, dan Buddha di Manado di mana sasaran kelompok binaan penyuluh lebih bervariasi meliputi komunitas kaum muda, tukang ojek, tukang kayu, dan kelompok masyarakat lain. Bahkan di kota ini penyuluh agama Kristen, Katolik dan Buddha sudah menggunakan metode penyuluhan yang mengarah pada model bimbingan yang transformatif dan partisipatoris. Metode ini berbentuk seperti kritik film, permainan puzzle, diskusi kelompok, sharing pengalaman, dialog, permainan ular tangga bernuansa nilai-nilai agama, dan lain-lain.

Penelitian dilakukan di Kota Medan, Lampung Tengah, Kota Padang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Lamongan, Kota Manado, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kota Denpasar. (Mukafi Niam)

NU Update

Dari (Kajian Keagamaan) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73543/penyuluh-agama-islam-kurang-manfaatkan-teknologi-komunikasi-modern-

NU Update

Kami IPNU dan IPPNU indonesia akan menyajikan berita dan informasi yang sangat bermanfaat untuk anda semua. NU Update dipegang oleh tim IPNU jawa tengah.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Update sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Update. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Update dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock